Layaknya model papan atas, Eisya Syifa Dewanti (8), siswi SD Negeri 18 Muara Enim ini berjalan mengikuti pawai karnaval digelar pekan lalu dari GOR Muara Enim finis di Halaman Gedung Kesenian Dayang Rindu Muara Enim. Mengenakan make up dengan busana bak seorang Putri Indonesia. Bedanya, jika gaun Puteri Indonesia, dibuat dengan bahan mahal dengan warna gemerlap. Dibuat oleh fashion designer ternama. Menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk satu gaun. Sedangkan, siswi tersebut hanya mengenakan gaun terbuat dari koran bekas.

Meski hanya mengenakan gaun dari koran bekas, urusan penampilan siswi-siswi SD Negeri 18 Muara Enim tidak kalah dengan Putri Indonesia. Anak-anak terlihat percaya diri, dengan selalu tersenyum menyapa para penonton karnaval kala itu. “Sangat senang sekali diminta ikut karnaval, menggunakan gaun dari koran kertas.

Bajunya bagus sekali, saya senang memakainya,”ujar Eisya, dibincangi koran ini. Kepala SD Negeri 18, Candra Yania SPd SD mengatakan, dalam lomba karnaval tingkat Kabupaten Muara Enim dalam rangka Hari Jadi Muara Enim ke-72 ini. Kata Candra, sekolah mengangkat tema kepedulian terhadap lingkungan. Lanjutnya, salah satu yang dilakukan SD Negeri 18 Muara Enim adalah memanfaatkan kertas koran bekas menjadi bahan kreativitas.